Cek SEO Website dengan Screaming Frog untuk Pemula

JCDM BSD27 Avatar
Cek SEO Website dengan Screaming Frog untuk Pemula

Kenapa Sih Kita Harus Cek SEO Website Atau Meng-Audit website?

Cek SEO Website atau menga-audit website itu penting banget loh, bayangin kita punya website untuk bisnis atau blog pribadi, dan kita sudah banyak nulis artikel, dan udah masukin image-image yang relevan juga, tapi kok trafiic dari Google nggak naik-naik. Bisa jadi penyebabnya itu karena struktur SEO di website kita belum maksimal. Nah dengan kita nge-cek SEO website kita secara rutin, kita bisa tahu apakah website halaman kita itu udah SEO friendly atau masih ada error yang bikin ranking di pencarian jadi susah naik.

Kebanyakan orang langsung aja fokus buat bikin konten – konten baru, yang padahal first stepnya yang kita harus lakuin adalah nge-cek SEO website kita. Dengan begini, kita jadi tau mana bagian – bagian yang ngebuat performa SEO lambat. Bisa karena link rusak, meta tag yang ilang, halamannya ganda, atau juga loading yang berat banget.

Di dalam dunia SEO, pengecekan semacam ini disebut SEO audit. Dan buat ngelakuin auditnya, salah satu tools paling powerful (dan gratis untuk 500 URL pertama) adalah Screaming Frog SEO Spider.
Tool ini populer di kalangan digital marketer karena tool ini bisa memberikan gambaran teknis situs kita secara lengkap hanya dengan sekali klik.

Apa Itu Screaming Frog dan Mengap Penting untuk Cek SEO Website

Screaming Frog adalah software buatan perusahaan Inggris, Screaming Frog Ltd. Tool ini berguna untuk meng-crawl website, yang artinya dia akan menelusuri semua halaman di situs kita. Dengan Screaming Frog, kita bisa melihat semua hasil analisis website dalam yang tersedia dalam bentuk tabel dan data yang bisa kita unduh. Dari situ, kita bisa tahu apa aja sih masalah SEO yang muncul dalam web kita.

Beberapa hal yang bisa dilakukan Screaming Frog yaitu:

  • Meng-cek title tag dan meta description setiap halaman.
  • Mendeteksi link rusak dalam web (error 404).
  • Memeriksa struktur heading (H1, H2).
  • Mengecek ukuran gambar dan alt text.
  • Melihat redirect dan canonical tag.
  • Mengevaluasi kecepatan serta performa teknis halaman.

Jadi, bisa dikatakan bahwa Screaming Frog ini adalah kaca pembesar untuk melihat “dapur” sebuah website.
Tanpa audit seperti ini, kita cuma menebak-nebak kenapa website kita belum maksimal di hasil pencarian Google.

Mengapa Kita Harus Mulai dari Screaming Frog

Banyak dari kita mengira bahwa audit SEO itu susah, padahal ga sesusah itu loh!, asal kita tahu alat yang tepat. Screaming Frog cocok untuk yang baru masuk ke dunia SEO karena:

  1. User-friendly: tampilannya sederhana dan mudah dimengerti (mirip gaya coding untuk UI-nya)
  2. Data lengkap: semua hal penting SEO bisa kita lihat di satu tempat.
  3. Gratis untuk 500 URL: pas banget untuk website kecil atau tahap belajar. (Website besar-pun bisa)
  4. Bisa kita hubungkan ke Google Analytics dan Search Console (kalau sudah paham dasar SEO).

Lewat tool ini, kita bisa belajar mengenai bagaimana google membaca web kita.

Gambar di atas menunjukkan Versi Free, dengan 500 URL maksimal.

Mode di Screaming Frog: Spider Mode dan List Mode

Screaming Frog punya dua mode utama yang perlu kita kenal sebelum memulai, dua diantaranya adalah:

1. Spider Mode

Ini Mode default yang digunakan untuk meng-crawl seluruh halaman website kita.
Tinggal masukkin URL domain (misal: https://namadomain.com), setelah itu klik Start. Dalam beberapa detik aja, Screaming Frog bakal memindal semua halaman di wesbite.

Hasilnya berupa data seperti:

  • URL halaman
  • Status code (200, 301, 404, dll)
  • Title tag
  • Meta description
  • H1 & H2
  • Word count
  • Canonical URL
  • Inlinks & Outlinks

Dari data ini, kita bisa langsung tau mana halaman yang perlu kita perbaikin.

2. List Mode

Kalau kita cuma pengen cek SEO website buat beberapa halaman aja (terutama artikel), kita bisa pake List Mode.

Ada beberapa cara nih buat masukkin URL domainnya. Kalau saya sendiri, saya biasa pake 3 cara.


Dari image diatas, ada cara upload dengan:

  • From a File: singkatnya, kita copas (copy paste) beberapa URL ke dalam sheet excel, lalu simpan dengan format CSV. Setelah itu tinggal di upload aja deh.
  • Enter Manually: Ini pas banget kalau cuma mau Audit 1-5 halaman aja, tinggal copas (copy paste) satu persatu link URLnya langsung di Screaming Frognya. Terus upload deh.
  • Download XML Sitemaps: Nah, kalau yang ini ada beberapa step. Pertama, kita bisa buka website SEOWL, copy URL website yang mau kita audit, misalnya https://namadomain.com. Tambahkan /sitemaps.xml, dibagian akhir URLnya. Jadinya https://namadomain.com/sitemaps.xml. Setelah itu kita export, dan otomatis ter-export dengan format CSV. Tinggal upload di Screaming Frognya deh. Dengan cara ini, kita bisa masukin semua artikel atau halaman yang ada dalam website yang kita ingin audit. Ini pas banget buat kita yang pengen audit halaman web yang jumlahnya banyak (misal 50 – 100 halaman). Perlu diingat ya, kadang ada beberapa website yang tidak muncul hasilnya.

Langkah-Langkah Cek SEO Website dengan Screaming Frog

Langkah 1: Instal dan Jalankan Tool

cek seo website

Kunjungi website ScreamingFrog lalu download versi sesuai OS kita. Setelah diinstal, dan buka aplikasinya.
Buat awal aja, cukup pake versi gratis dulu (bisa untuk 500 URL).

Langkah 2: Masukkan URL dan Mulai Crawl

Ketik URL website di kolom atas, terus klik Start.
Proses ini akan memindai semua halaman dan ngumpulin data. Kalau website yang mau kita audit besar, butuh waktu beberapa detik bahkan menit lebih lama.

Langkah 3: Analisis Issue

cek seo website

Eitsss… Jangan bingung dulu ya… Awalnya memang terlihat rumit karena memang gayanya seperti coding-an (saya liatnya sih begitu). Pertama-tama saya jug agak overwhelmed dengan tampilannya. Tapi setelah belajar, engga se-membingungkan itu kok. Kita yang ingin mengaudit, utamanya berfokus pada tab Issue yang ada di bagian kanan atas. Dari situ kita bisa melihat:

  1. Issue Name: pada kolom ini akan menjelaskan issue apa yang ada dalam websitenya. Misal: Page Titles Missing, Page Titles over 60 character, Meta Description Over 160 character dan issue – issue lainnya.
  2. Issue Type: Ini merupakan penjelasan type dari Issuenya, Berupa Issue, Warning, Opporunity. Yang paling perlu diperhatikan pertama adalah warning.
  3. Issue Priority: Ini bisa disebut level warningnya, Ada High, Medium, Low. Tentunya yang perlu kita perhatikan pertama-tama adalah yang High.
  4. URLs: Nah, ini adalah tanda Url “nomor berapa” yang terdapat issuenya. Setelah mengetahui URls numbernya, kita cek di Row (dibagian kiri). Nomor di row akan sesuai dengan nomor di URls (bagian kanan samping issue priority). Jadi tidak perlu bingung!

Langkah 4: Lihat Description dan How To Fix

Setelah mengetahui apa yang harus dilakukan setelah memasukkan URLnya, kita lanjut ke bagian penting setelahnya. Berupa:

  1. Lihat Description: Ini kita bisa lihat di bagian bawah kanan dari Aplikasi Screaming Frog. Setelah meng-klik salah satu issue, Screaming Frog akan menampilkan deskripsi dari issue yang ada, menjelaskan apa yang menjadi issue dalam URLnya. Penjelasannya sangat rinci dan jelas untuk dipahami.
  2. Lihat How To Fix: Dalam tab ini, akan dijelaskan juga secara jelas dan detail, apa yang harus kita lakukan untuk memperbaiki issue yang ada. Penjelasannya secara umum sih, jadi kita juga tetap harus meng-analisa secara mandiri dan teliti untuk memperbaiki issunya.

Langkah 5: Cek Detail Estetika On Page dalam URL-nya

Selanjutnya, kita bisa melihat secara rinci SEO On Pagenya. seperti yang kita ketahui, ada 7 basic audit yang perlu kita perhatikan:

  1. Title Tag
  2. Header
  3. Meta Description
  4. URL Optimization
  5. Image
  6. Internal Linking
  7. Mobile Optimization

Penjelasannya cukup rinci, Screaming Frog akan memberi tau kita semua datanya. Misal, berapa panjang judul URL, panjang Meta Description, dan yang lainnya.

Langkah 6: Cek Status Code

Kita juga bisa meng-cek status codenya. Umumnya, kita akan menemukan kode seperti:

  1. 500 (Server Error): masalah dari hosting atau backend.
  2. 200 (OK): halaman aktif dan bisa diakses.
  3. 301 (Redirect Permanen): halaman dialihkan ke halaman lain.
  4. 404 (Not Found): halaman rusak atau hilang.

Internal link membantu Google memahami hubungan antarhalaman di website tersebut.
Dengan Screaming Frog, kita bisa melihat halaman mana yang paling banyak dilink dan halaman mana yang seolah “terlupakan” (tidak ada internal link).
Kita bisa menambah link menuju halaman penting agar lebih mudah di-crawl.

Analisis Lanjutan: Redirect, Canonical, dan Duplikasi Konten

Selain langkah dasar di atas, Screaming Frog juga bisa mendeteksi masalah lanjutan lainnya, seperti:

  • Redirect Chain: ada terlalu banyak pengalihan saat kita diarahkan ke halaman tujuan. Jadi saat diarahkan, kita tidak langsung masuk ke halaman yang kita inginkan, melainkan melewati beberapa halaman. Ini dapat memperlambat loading.
  • Canonical Tag Error: Canonical tag adalah kode HTML kecil yang kita pasang di halaman website untuk memberi tahu. Kita bisa melihat, apakah terdapat 2 halaman yang sama isinya, akan tetapi mempunya URL yang berbeda, atau mungkin terdapat canonical yang mengarah ke halaman yang salah. Kita juga bisa meng-cek dari Issue name di bagian atas kanan aplikasi.
  • Duplicate Content: Kita juga bisa melihat apakah terdapat 2 halaman yang sama, tapi URLnya berbeda.

Masalah – masalah ini dapat menyebabkan ranking pencarian kita turun tanpa kita sadari, jadi wajib kita pantau saat melakukan cek SEO website.

Cek Gambar dan Alt Text

Gambar merupakan satu diantara 7 basic audit. Jika tidak dioptimasi, ini bisa memperlambat loading halaman kita.
Tab Images di Screaming Frog akan menampilkan:

  • Ukuran gambar (idealnya di bawah 100 KB).
  • Gambar tanpa alt text.
  • Broken image (gambar yang hilang).
  • Deskripsi Alt Textnya

Alt text ini berguna untuk menjelaskan isi gambar kepada mesin pencari salah satunya google dan pengguna tunanetra. Kita harus pastikan setiap gambar dalam website kita punya deskripsi yang relevan.

Integrasi dengan Google Tools

Kalau kita udah familiar sama Google Analytics dan Search Console, versi berbayar Screaming Frog bisa dihubungkan langsung sama GSC (Google Search Console).
Manfaatnya:

  • Kita bisa melihat data traffic setiap halaman langsung dari hasil crawl.
  • Bisa membandingkan data “halaman diindeks” vs “halaman yang belum muncul di hasil pencarian google”.
    Ini membantu kita untuk menilai halaman mana yang perlu dioptimalkan terlebih dahulu.

Versi Gratis vs Berbayar Screaming Frog

FiturVersi GratisVersi Berbayar
Maks. URL500Tak terbatas
Crawl sitemap XML
Integrasi GSC & GA
Custom Extraction
Save Crawl History
Crawl Scheduling

Tapi, kalau kita baru belajar SEO, versi gratisnya aja sudah sangat cukup kok untuk latihan dan proyek kecil. Hanya saja nanti seandainya kita ingin mengelola website besar, tentunya versi berbayar akan menghemat waktu.

Cara Membaca Hasil Audit SEO Website

Salah satu hal yang bikin Screaming Frog powerful adalah laporan (report) yang bisa kita unduh dalam format CSV atau Excel.
Dari laporan ini, kita bisa:

  • Membuat daftar prioritas halaman yang perlu diperbaiki.
  • Membandingkan hasil crawl dari waktu ke waktu.
  • Memberikan insight kepada tim konten atau developer.

Contohnya: kalau kita lihat banyak meta description kosong, berarti tim konten perlu memperbarui deskripsi artikel. Kalau banyak error 404, tim developer harus memperbaiki link.

Contoh Kasus Sederhana

Bayangin kita punya toko online bernama BakpiaJogja.id.
Kita ingin tahu kenapa traffic turun 30% dalam 3 bulan terakhir. Nah Setelah kita cek SEO website pakai Screaming Frog, kita menemukan:

  • 12 halaman produk error 404.
  • Banyak title tag duplikat di kategori produk.
  • Gambar besar tanpa alt text.
  • Redirect chain antara halaman produk lama dan baru.

Setelah kita perbaikin semua, crawling Google bakal jadi lebih cepat, bounce rate turun, dan ranking kita kembali naik.
Dari contoh kasus ini, kita bisa lihat kalau audit SEO itu bukan teori, tapi kita untuk memperbaiki performa website kita.

Tips Lanjutan: Menghubungkan Hasil Audit ke Strategi SEO

  1. Gunakan hasil auditnya untuk perencanaan konten.
    Misalnya halaman dengan CTR rendah bisa ditingkatkan dengan meta yang lebih menarik.
  2. Optimalkan internal link ke halaman penting.
    Pastikan halaman yang menghasilkan konversi punya cukup link masuk dari artikel lain.
  3. Cek performa halaman setelah update.
    Lakukan crawling ulang 1 – 2 bulan setelah perbaikan buat ngeliat dampaknya.
  4. Buat checklist audit SEO.
    Contoh: title unik, meta lengkap, H1 tunggal, gambar < 100KB, tidak ada broken link.

Mini FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Screaming Frog

1. Apakah Screaming Frog bisa digunakan di MacBook?
Ya. Screaming Frog mendukung Windows, macOS, dan Linux.

2. Apakah bisa cek backlink?
Engga langsung. Screaming Frog tidak menampilkan data backlink eksternal, tapi bisa mendeteksi internal link yang error.

3. Apakah aman digunakan?
Sangat aman. Tool ini cuma ngebaca halaman website kita, tidak mengubah hal lainnya.

4. Apakah hasil audit bisa langsung memperbaiki ranking?
Tidak langsung. Tapi kalau kita rutin memperbaiki masalah yang ditemukan, ranking pelan – pelan akan meningkat.

Bottem Line-nya

Cek SEO website dengan Screaming Frog adalah langkah awal untuk memahami kondisi website kita secara teknis.
Dengan tool ini, kita bisa menemukan masalah tersembunyi. Dari link rusak, meta tag duplikat, sampai struktur heading yang salah.

Buat awal – awal, Screaming Frog merupakan alat belajar yang paling baik buat memahami bagaimana mesin pencari “melihat” website.
Kalau kita ingin website kita atau website yang kita audit tampil lebih tinggi di Google, lakukan audit secara rutin, perbaiki error yang ada, dan terus optimasi secara berkala.

IIngat: SEO bukan soal keberuntungan, tapi soal strategi, analisis, dan konsistensi.
Mulai sekarang yuk, cek SEO websitemu hari ini, dan lihat bagaimana performa website digital kita meningkat minggu demi minggu.

Baca juga Aplikasi AI Terbaik 2025

Tagged in :

JCDM BSD27 Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *