Bigmo, Ferry Irwandi, dan “Dosa” Ayah Bigmo

JCDMOL 019 Avatar

Dunia media sosial kita lagi berisik banget gara-gara kolaborasi yang nggak disangka-sangka di X (Twitter). Kali ini, Ferry Irwandi—orang yang biasanya kita kenal sebagai suara idealisme dan “integritas” lewat Malaka Project—tiba-tiba kena hajar cancel culture karena undang streamer yang sedang naik daun Bigmo yang mendapat julukan sebagai “Ishowspeed Indonesia”.

Kenapa? Karena dia mutusin buat ngundang Bigmo (Muhammad Jannah) ke podcast “Devil’s Advocate” pertengahan Februari 2026 kemarin. Buat yang belum tahu, Bigmo ini sosok yang kalau di internet sering dipanggil “badut online” atau “IShowSpeed-nya Indonesia”.

Bigmo dan Kasus Keluarganya

Kenapa Netizen Marah Banget sama Bigmo?

Bigmo emang terkenal karena konten live streaming-nya yang “meledak,” berisik, dan sering kali dianggap nggak punya adab atau arogan. Tapi, masalahnya jauh lebih dalam dari sekadar gaya bicara yang kasar atau fakta bahwa dia pernah bergesekan sama Bintang Emon dan dianggap menghina suku tertentu.

Isu utamanya adalah soal kompas moral. Bigmo ternyata anak dari Mohammad Nashihan, koruptor yang pernah nilep dana asuransi kesehatan Pemkot Batam sampai Rp55 miliar.

Nah, yang bikin orang-orang kecewa berat adalah pembelaan Ferry. Dia bilang kurang lebih, “Kompas moral orang beda-beda. Ya kan yang koruptor, yang korupsi bapak lu,”. Kalimat ini langsung digoreng netizen karena dianggap menormalisasi keluarga koruptor yang masih bisa “flexing” dan menikmati panggung publik lewat privilese hasil kejahatan orang tuanya.

Ironi “Koruptor Viewers”

Yang bikin makin pahit, ada jejak digital Bigmo yang ngaku secara blak-blakan kalau dia itu “koruptor viewers”. Dia cerita gimana dia suka bikin gimmick tantangan berhadiah jutaan, tapi ujung-ujungnya duitnya malah dia pakai sendiri buat beli Rolex atau terbang pakai business class.

Ini yang bikin publik ngerasa kalau Bigmo bukan cuma sekadar “anak yang nggak tahu apa-apa,” tapi emang punya mentalitas yang sama dengan latar belakang keluarganya: mengeksploitasi orang demi keuntungan pribadi.

Nasib Ferry Irwandi Sekarang

Bagi banyak pengikut setianya, Ferry yang dulu dianggap “hero” karena sering bantu donasi miliaran rupiah, sekarang malah kehilangan respek. Publik menilai ada standar ganda di sini. Banyak yang bilang kalau cancel culture ke keluarga koruptor itu perlu, biar jadi sanksi sosial supaya pejabat-pejabat di luar sana mikir dua kali buat korupsi demi masa depan anak mereka.

Tagged in :

JCDMOL 019 Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *