Banyak yang mengenal Toyota sebagai produsen mobil harian yang andal, namun di balik itu, ada api semangat yang kembali berkobar untuk membawa brand ini ke puncak performa dunia. Semangat itu dipicu oleh satu sosok: Akio Toyoda, atau yang lebih dikenal di lintasan balap dengan nama samaran “Morizo” Simak kisah Morizo dalam pengembangan Toyota GR Yaris

Lahir dari Penolakan dan Frustrasi
Kisah Toyota Gazoo Racing (GR) tidak dimulai di ruang rapat yang nyaman, melainkan dari sebuah “penolakan”. Pada tahun 2007, manajemen Toyota sempat tidak mengizinkan Akio Toyoda menggunakan nama perusahaan untuk balapan di 24 Hours of Nürburgring karena dianggap bukan program resmi.
Toyoda tetap maju dengan nama Team Gazoo dan identitas Morizo. Saat itu, ia merasa frustrasi karena mobil Toyota kerap disalip oleh pabrikan Eropa. Ia merasa seolah para pesaing mengejek bahwa Toyota tidak mampu membuat mobil sport yang sesungguhnya. Momen itulah yang menjadi titik balik bagi Toyoda untuk mengembalikan marwah mobil sport Toyota melalui filosofi “ever-better cars”—membangun mobil yang tidak hanya fungsional, tapi juga menggugah emosi pengemudinya.
GR Yaris: Mobil Balap yang “Dijinakkan” untuk Jalan Raya
Berbeda dengan mobil pada umumnya, GR Yaris lahir melalui prinsip reverse engineering. Alih-alih memodifikasi mobil produksi massal untuk balapan, Toyota membangun mobil ini murni sebagai mobil kompetisi World Rally Championship (WRC) yang kemudian disesuaikan untuk penggunaan jalan raya.
Visi Morizo sangat jelas: ia ingin menghadirkan kendaraan yang bisa dikendarai siapa saja dengan rasa aman di jalan mana pun di dunia, namun tetap memiliki jiwa motorsport yang kental. GR Yaris menjadi simbol nyata bagaimana Toyota menggunakan lintasan balap sebagai “laboratorium” untuk menguji mobil hingga batas maksimal.
Evolusi New GR Yaris di Indonesia
Setelah sukses besar pada peluncuran pertamanya di tahun 2021 yang ludes dalam sekejap, Toyota Astra Motor (TAM) resmi memperkenalkan New GR Yaris pada ajang GIIAS 2024 di Tangerang. Mobil ini bukan sekadar facelift biasa, melainkan hasil evolusi berdasarkan masukan para pembalap profesional dan Morizo sendiri yang sering berpesan, “Terima kasih telah merusaknya,” saat para penguji mendorong mobil hingga batas limit.
Beberapa peningkatan signifikan pada New GR Yaris antara lain:
• Performa Mesin: Mesin 1.600 cc 3-silinder turbo kini menghasilkan tenaga hingga 305 PS dan torsi 400 Nm.
• Transmisi Baru: Kini hadir opsi 8-speed GAZOO Racing Direct Automatic Transmission (GR-DAT) yang menawarkan perpindahan gigi sangat cepat, mendampingi transmisi manual 6-percepatan yang legendaris.
• Handling Superior: Berkat peningkatan titik pengelasan sebesar 13% dan penggunaan perekat struktural yang lebih luas, sasis menjadi jauh lebih kaku dan stabil.
• Kokpit Berorientasi Driver: Panel kontrol dimiringkan 15 derajat ke arah pengemudi dan posisi duduk diturunkan 25 mm untuk visibilitas dan kontrol maksimal layaknya mobil balap.
Misi “Joy of GR for Everyone”
Melalui brand Gazoo Racing, Toyota tidak hanya menjual mobil, tapi juga memperkuat ekosistem motorsport di Indonesia melalui tiga pilar: Motorsport, Community, dan Product. Dengan hadirnya fasilitas seperti GR Garage di PIK dan GR Zone di berbagai dealer resmi, Toyota ingin menyebarkan kebahagiaan berkendara (fun to drive) kepada semua orang, baik pembalap profesional maupun pengguna harian.
Bagi Morizo, GR Yaris adalah cara untuk membuktikan bahwa Toyota telah kembali ke akarnya. Dengan harga mulai dari Rp 1,15 miliar (OTR DKI Jakarta), New GR Yaris kini siap menjadi rekan setia bagi mereka yang mencari adrenalin di balik kemudi.
Apakah Anda siap merasakan sensasi berkendara yang lahir dari lintasan WRC ini? New GR Yaris membuktikan bahwa dengan dedikasi, sebuah penolakan bisa berubah menjadi mahakarya performa yang mendunia
Leave a Reply