Beragam Jenis Sate Khas Indonesia

JCDM BSD30 Avatar

Sate atau satay adalah makanan khas Indonesia yang memiliki peminat dari beragam kewarganegaraan. Sate khas Indonesia ini umumnya berasal dari daging yang ditusuk biasanya pada bambu dan memiliki cita rasa yang gurih serta aroma bakaran yang khas. Meskipun tidak dapat diketahui secara pasti, banyak sumber yang mengatakan bahwa asal usul sate berawal dari Pulau Jawa pada abad ke-19 dan terus mengalami perkembangan dan perluasan hingga ke luar Pulau Jawa. Hal ini mengakibatkan, kini terdapat 178 varian sate di Indonesia. Dengan berbagai variasi yang sudah disesuaikan dengan daerahnya masing-masing.

Keberagaman jenis sate khas Indonesia disebabkan oleh beragamnya jenis daging yang dijadikan bahan utama dalam sate, jenis bumbu atau saus yang digunakan, bumbu atau rempah-rempah yang digunakan, dan juga proses pengolahan daging sampai menjadi sate. Sate di Indonesia dapat menggunakan berbagai jenis daging sebagai bahan utamanya, seperti ayam, sapi, kambing, jeroan, ikan, hingga seafood. Untuk sate jenis jeroan dapat dengan mudah dijumpai di rumah makan angkringan, seperti di daerah Malioboro, Yogyakarta, dan juga seringkali dijumpai sebagai menu pelengkap pada masakan bubur ayam.

Sedangkan untuk bumbu atau saus yang digunakan pada masakan ini juga beragam, disesuaikan mengikuti karakteristik atau ciri khas daerah tersebut. Misalnya, sate Madura atau sate buntel yang berasal dari Jawa erat kaitannya dengan rasa manis, sehingga rasa sate dari khas jawa umumnya didominasi oleh rasa manis. Lain halnya dengan sate padang, dimana mayoritas orang Minang menyukai makanan pedas. Sehingga, saus atau bumbu kental yang melumuri sate Padang umumnya didominasi oleh rasa pedas. Proses pengolahan bahan utama, yaitu daging, juga beragam. Terdapat jenis sate yang langsung menusukkan daging setelah dipotong-potong, ada pula jenis sate yang perlu melumatkan dagingnya sebelum ditusuk dan dipanggang, seperti sate lilit atau sate buntel. Lain halnya dengan sate seafood yang dapat dengan mudah dijumpai di daerah pinggir pantai, seperti Bali. Jenis ini umumnya langsung menusukkan daging seafood seperti udang, cumi, atau kerang dan dibakar atau dipanggang dengan olesan bumbu saus barberque.

Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri dalam mengolah dan menyajikan sate. Berikut adalah beberapa jenis sate populer khas Indonesia, antara lain:

1. Sate Madura

Sate Madura merupakan sate paling ikonik yang berasal dari Jawa Timur. Sate ini identik dengan potongan daging ayam atau kambing yang dilumuri dengan bumbu saus kacang kental dan kecap manis. Sebagai pelengkap hidangan, sate ini seringkali disantap dengan lontong atau ketupat.

Sate madura dengan lontong di atas piring yang dilumuri dengan saus bumbu kacang dan kecap

(sumber: Pinterest)

2. Sate Padang

Terkenal akan kulinernya, daerah Minang juga memiliki jenis sate yang tidak kalah populernya dan memiliki peminat dari berbagai pejuru daerah, yaitu Sate Padang. Berbeda dari sate sebelumnya, sate ini terbuat dari daging sapi dan bercampur dengan lidah sapi. Terdapat pula menu yang menyajikan jeroan sebagai campuran dari sate ini. Yang menjadi ciri khas dari sate ini terletak pada bumbu sausnya yang kental terbuat dari kaldu serta rempah-rempah yang menciptakan rasa yang gurih dan cita rasa yang khas. Menu ini sering dilengkapi dengan ketupat dan juga kerupuk kulit atau keripik singkong.

Dua porsi sate padang berisi sate dan lontong yang dilumuri dengan saus sate padang yang kental dan disajikan di atas piring dan daun pisang. Porsi pertama dilengkapi dengan topping kerupuk kulit dan porsi kedua dilengkapi dengan keripik singkong

(Sumber: Pinterest)

3. Sate Taichan

Sate Taichan adalah jenis sate yang baru populer di era tahun 2010-an. Saat ini, sate taichan dapat dengan mudah dijumpai di kawasan Blok M beserta dengan makanan viral lainnya. Sate ini memiliki penampilan yang sederhana, berupa daging ayam yang ditusuk pada tusukan bambu dan dibakar tanpa adanya bumbu kacang atau kecap, membuat daging dari sate ini berwarna putih pucat dengan tekstur daging yang juicy dan juga dominan rasa gurih. Sate polos tanpa bumbu yang berlimpah inilah yang menjadi karakteristik dari Sate Taichan. Sate ini disajikan dengan sambal bawang, lontong, dan juga taburan bawang merah goreng. Disediakan pula bubuk kaldu jamur jika masakan dirasa kurang gurih.

Dua porsi sate taichan dengan daging berwarna putih kecoklatan lengkap dengan cocolan sambal dan bubuk kaldu jamur

(sumber: Pinterest)

4. Sate Maranggi

Menu sate selanjutnya adalah Sate Maranggi khas Purwakarta. Sate ini dapat dibuat menggunakan daging kambing, domba, ataupun daging sapi. Yang membedakan sate ini dengan sate yang lain ialah bumbunya yang berupa kecap manis atau sambal kecap. Rasa dari sate ini dominan manis dan gurih yang diperoleh dari proses marinasi dengan rempah-rempah, seperti jahe, lengkuas, ketumbar, dan kunyit sebelum dibakar. Sambal kecap yang menjadi saus dari masakan ini terbuat dari kecap dan potongan bawang merah segar, cabai segar, dan juga tomat segar. Bumbu kacang tidak diperlukan dalam menyantap sate khas Purwakarta ini. Untuk nama ‘Maranggi’ ini didapatkan dari nama seorang perempuan penjual sate di daerah Plered, Purwakarta, bernama Mak Ranggi pada tahun 1960-an. Sehingga, seiring berjalannya waktu, untuk memudahkan penyebutannya, maka disebutlah Sate Maranggi.

Meja di suatu rumah makan yang menampilkan masakan Sate Maranggi, Sop Iga, dan juga Nasi panas. Pada piring Sate Maranggi terlihat tumpukan-tumpukan sate beserta sambal dengan potongan cabe segar diujung piring

(sumber: Pinterest)

5. Sate Lilit Bali

Beralih ke Pulau Dewata. Bali juga menyediakan sate khas keunikan daerahnya sendiri, yaitu Sate Lilit Bali. Sesuai dengan namanya, daging pada sate ini tidak ditusuk, melainkan diolah dengan cara dicincang halus yang dicampur dengan parutan kelapa dan bumbu khas Bali lalu dililitkan pada batang serai atau bambu yang sudah dipipihkan, lalu dipanggang. Jenis daging yang digunakan pada sate jenis ini juga lebih beragam. Sate ini dapat terbuat dari daging ikan tenggiri, tuna, ayam, babi, atau sapi. Sate lilit khas Bali memiliki cita rasa gurih, manis, dan kaya rempah, dan seringkali disajikan dengan sambal matah. Umumnya sate lilit disajikan sebagai lauk pelengkap pada masakan nasi campur khas Bali.

Hidangan khas bali berupa nasi campur dilengkapi dengan lauk pauk lainnya yang terfokus pada menu sate lilit yang dililit pada batang sereh dan terdapat lalapan berupa daun kemangi dan jeruk nipis di ujung piring

(Sumber: Pinterest)

6. Sate Buntel

Kembali ke Pulau Jawa, tepatnya di Surakarta, terdapat sate unik yang tidak kalah terkenalnya dengan jenis sate khas daerah lain. Sate ini Bernama Sate Buntel, sate yang terbuat dari daging kambing yang dicincang halus, kemudian dibungkus dengan lapisan lemak kambing, lalu ditusuk, dan dibakar. Ukuran sate ini besar, memiliki tekstur yang juicy, dan berasa manis-gurih khas bumbu merica dan kecap manis. Menu ini dilengkapi dengan sambal kecap, irisan kol, tomat, dan bawang merah.

Sate Buntel berwarna kecokelatan dari kecap dan daging yang dibakar dan juga potongan tomat segar beserta taburan lada putih

(Sumber: Pinterest)

Masih terdapat banyak lagi jenis dan varian sate di Indonesia. Keenam jenis sate yang sudah disebutkan di atas hanya satu dari beragamnya jenis sate di Indonesia dan khas Indonesia. Namun, keenam jenis sate tersebut diharapkan mampu menunjukkan dan membuktikan bahwa Indonesia sangat kaya akan keberagaman budaya dan bumbu rempah-rempah. Hal ini juga dapat memperlihatkan bahwa orang Indonesia kreatif dan inovatif dalam menyajikan dan mengolah bahan baku yang tersedia di alam Indonesia sehingga dapat menghasilkan masakan masakan berkualitas.

Dengan beraneka ragam cita rasa dan keunikan di setiap daerah, sate tidak hanya sekedar makanan khas Indonesia, melainkan suatu kekayaan budaya nusantara yang harus dijaga keasliannya, dilestarikan dan diperkenalkan nilai budaya Indonesia yang terdapat di dalamnya. Sate juga dapat menyimbolkan bentuk kekayaan kuliner Indonesia yang mampu dikenang.

Tagged in :

JCDM BSD30 Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *